BRMP Perkebunan Dorong Peningkatan Kapasitas Petani melalui Bimtek Pengembangan Kopi Berkelanjutan
Banjarnegara – Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) “Kegiatan Penyebarluasan Informasi Terkait Tanaman Kopi untuk Peningkatan Ekonomi Petani dan Konservasi Lingkungan Hidup” di Balai Penyuluh Pertanian Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (12/05/26). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung Proyek RBP REDD+ for Result Period 2014–2016 GCF Output 2 KP-III Sektor Pertanian dan diikuti oleh petani kopi serta penyuluh pertanian di wilayah Kecamatan Kalibening sebagai upaya peningkatan kapasitas petani dalam pengembangan budidaya kopi, pengolahan pascapanen, serta penguatan kelembagaan agribisnis kopi. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara yang diwakili oleh Kepala Bidang, yang menyampaikan bahwa pengembangan kopi di wilayah Kalibening diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya konservasi lingkungan hidup di kawasan hulu.

Dalam kesempatan tersebut, BRMP Perkebunan yang diwakili oleh R. Dani Medionovianto, S.Pt., M.A.P., menyampaikan pentingnya penguatan kapasitas petani dalam pengembangan agribisnis kopi secara menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan pascapanen, hingga penguatan komunikasi usaha tani. Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi mengenai komunikasi agribisnis yang membahas pentingnya kemampuan membangun jejaring, komunikasi efektif, penguatan kelembagaan kelompok tani, hingga teknik public speaking sebagai bekal petani dalam memperluas akses pasar dan membangun kemitraan usaha. Materi ini diharapkan mampu memperkuat peran kelompok tani sebagai penghubung antara petani, pemerintah, penyuluh, akademisi, dan pihak swasta dalam pengembangan kopi di wilayah Banjarnegara.

Memasuki sesi berikutnya, peserta memperoleh materi mengenai fermentasi kopi sebagai pemicu cita rasa specialty coffee yang disampaikan oleh Eko Heri Purwanto, S.TP., M.Sc. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh budidaya, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh proses pascapanen, khususnya fermentasi. Peserta diperkenalkan dengan berbagai metode pengolahan kopi seperti natural process, full washed, semi washed, dan honey process, serta inovasi fermentasi modern seperti anaerobic fermentation, carbonic maceration, hingga winey process yang mampu meningkatkan kualitas rasa dan nilai ekonomi kopi. Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya proses pengeringan, pengemasan, dan penyimpanan biji kopi agar mutu tetap terjaga dan memiliki daya saing pada pasar premium.

Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan materi pengenalan varietas unggul dan teknik budidaya kopi yang tepat sesuai kondisi agroekologi wilayah Banjarnegara. Berbagai varietas unggul kopi arabika diperkenalkan beserta karakteristik produktivitas dan ketahanannya terhadap penyakit. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi terkait teknik budidaya, pemilihan varietas, pengendalian hama penyakit, hingga strategi pemasaran kopi lokal. Melalui kegiatan ini, BRMP Perkebunan berharap penguatan pengetahuan petani dalam budidaya, pengolahan pascapanen, dan penguatan kelembagaan mampu mendorong kopi Banjarnegara menjadi komoditas unggulan yang mendukung peningkatan ekonomi petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup.